
Khutbah Pertama
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Hadirin Shalat Jum’at yang dirahmati oleh Allah,
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah, dan berhijrah dari kekufuran menuju Islam, serta berjihad untuk meninggikan kalimat Allah maka bagi mereka itu Rahmat Allah yang diberikan sebagai suatu kemuliaan dan keutamaan.
Istilah Jihad di atas, menjadi landasan umat Islam untuk menegakkan Kalimatillah. Namun, doktrin Jihad tersebut disalahartikan oleh sebagian umat Islam. Sehingga, konteks doktrin yang dimaksud, yang semula berperan sebagai landasan untuk memperjuangkan agama Allah, namun ironisnya pelaksanaan doktrin Islam tersebut memperburuk dan merusak kemuliaan agama Islam itu sendiri. Munculnya paham-paham radikal, aksi-aksi ekstrimis yang mengatasnamakan paham paham Jihad belakangan menjadi masalah serius akibat penggunaan doktrin yang tidak tepat.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah,
Sungguh telah berpaling dari umat ini sebuah kelompok sesat, sekelompok minoritas yang tidak jelas arah tujuannya, sekelompok yang selalu mengobarkan semangat perpecahan, menyebar fitnah, dan menyebarkan doktrin jihad yang mereka anggap paling benar. Mereka berupaya melawan hukum, pemerintah, aparat negara dengan tindakan ekstrimis, sebab Aqidah mereka melenceng, sesuai dengan kepentingan mereka, dan pemahaman yang cacat, dan pandangan yang mereka anggap benar.
Mentalitas yang tidak benar telah motivasi mereka untuk menempuh jalan yang menyesatkan dan bercabang. Inilah sebabnya mengapa mereka tidak percaya, mengintimidasi, membunuh, meledakkan, mengkhianati dan menipu. Mereka menceburkan diri ke dalam peleburan bunuh diri atas nama kesyahidan, dan menceburkan diri ke dasar pemberontakan atas nama jihad. Mereka benar-benar komplotan sesat, Kejahatan mereka terakhir kali yang mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Pasar Baghdad Jelang Idul Adha 1442 H. Fenomena serupa juga terjadi di negara kita, bom bunuh diri di Makassar pada bulan maret lalu, dan pada 2018 telah terjadi bom bunuh diri di Kota Surabaya.
Kondisi mereka bergerak tanpa aturan, mereka hanya ikut-ikutan (taklid) kepada argumentasi rasional mereka yang berbelit-belit, mereka benar-benar melewati batas nilai-nilai Islami, sehingga melakukan hal-hal yang bersifat ekstrimis. Mereka menyimpang dari jalan ulama Islam yang Rahmatan Li-l-‘alamiin. Rasulullah SAW mengingatkan Ummat Muslim dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa keluar dari ummatku untuk memerangi ummatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mu’min dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. (HR. Muslim).
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah,
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 78,
وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ
Artinya: Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar- benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begi tu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasulullah (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu. Dia sebaik-baik pelindzmg dan penolong”.
Jihad dalam Islam merupakan mengerahkan tenaga dengan untuk bergerak di jalan Allah (Fi Sabillillah) dan menyebarkan agama yang benar kepada umat manusia sebagai khalifah fi-l-ardh. Berjihad Fi Sabilillah adalah berusaha dengan cara Rahman dan rahiim, baik perkataan maupun perbuatan. Hal ini didasarkan atas pengertian kata jihad yang merupakan bentuk mashdar (kata benda) dari jaahada-yujaahidu. Oleh karena itu, makna jihad dalam Islam digunakan sebagai anjuran untuk bersungguh-sungguh dalam berjuang dalam berdakwah.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah,
Waspadalah, jangan sampai kita melalaikan pemahaman kita, merasa acuh dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa generasi penerus umat kita tentang rasa cinta kepada Negara dan Agama. Berikan edukasi kepada mereka untuk taat kepada pemimpin negara, para ulama, demi menciptakan stabilitas perdamaian. Semua itu dapat direalisasikan dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, dan berbuat baik kepada mereka, serta memberikan hak perlindungan dan pendidikan kepada mereka.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (Pemimpin) di antara kamu. (Quran 4:59)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كَلَامُ اللهِ، وَخَيْرَ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعُةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَة .
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Referensi
Kailani, K. “Islam Dan Hubungan Antarnegara.” Jurnal Ilmu Agama UIN Raden Fatah 14, no. 2 (2013): 99–118.
Rahman, Samson. Diplomasi ISLAM, 2000.
Andirja, Firanda. “Wahai Pemuda Waspadai Pemikiran Ekstrimis,” 2016. https://firanda.com/1574-wahai-pemuda-waspadai-pemikiran-ekstrimis.html.
Kiki Hakiki. “Mengkaji Ulang Sejarah Politik Kekuasaan Dinasti Abbasiyah.” Jurnal TAPIs 8, no. 1 (2012): 113–34. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/article/view/1547.
Hnafi, M. M., A. I., & F. S. (2013). Enslikopedia Pengetahan Al-Qur’an dan Hadist Jilid 7. Jogjakarta: Kamil Pustaka.
Husaini, A. (2015). Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab. Surabaya: Bina Qalam Indonesia.
